Social Icons

Pages

Wednesday, January 4, 2012

5 Hal Bodoh yang Dilakukan Pria Untuk Membesarkan Mr. P

Penis dianggap sebagai lambang kejantanan sejak zaman kuno, bahkan hingga era modern saat ini. Banyak laki-laki merasa lebih percaya diri dengan memiliki penis yang besar dan panjang. Tak jarang, pria sanggup dan berani melakukan berbagai cara untuk memenuhi harapan ini.

Seperti dilansir TheSmokingJacket.com, berikut adalah beberapa hal-hal bodoh yang sering dilakukan laki-laki sepanjang sejarah demi mendapatkan penis yang lebih besar

1. Selubung penis

Selubung penis dikenakan di atas penis untuk memberikan ilusi ukuran. Para laki-laki telah melakukan ini selama berabad-abad, mulai dari penggunaan codpiece di abad ke-15 dan 16 di Eropa untuk menonjolkan penis, hingga pemasangan labu panjang pada penis dalam budaya suku di New Guinea.

Codpiece adalah seperangkat alat yang dipasang di depan penis untuk menimbulkan kesan penis yang besar pada bangsawan Eropa di abad pertengahan.

2. Pembesaran Penis Manual
Kama Sutra memaparkan bahwa laki-laki bisa membesarkan penisnya agar lebih lebar dan panjang dengan cara menyengatkan tawon. Tidak hanya dapat ini menyebabkan bisul dan kematian, tetapi tidak ada efeknya.

Di AS, beberapa ahli bedah plastik melaporkan melihat laki-laki yang telah mencoba mengoperasi penisnya sendiri dengan cara menyuntiknya dengan berbagai bahan rumah tangga, mulai dari Vaseline hingga minyak tanah.

Departemen kesehatan di Thailand bahkan mengeluarkan suatu pengumuman resmi pada tahun 2005, meminta agar para laki-laki berhenti menyuntikkan Vaseline dan minyak zaitun ke penisnya karena dapat menyebabkan cacat.

3. Spam

Cara ini dilakukan dengan cara mengirim pesan berantai lewat email dengan menawarkan produk atau obat pembesar penis. Produk yang ditawarkan biasanya berupa krim pembesar penis yang dijamin oleh ahli atau tokoh tertentu. Kenyataannya, menggosok krim apapun pada penis tidak akan membuatnya bertambah besar.

4. Pil dan Ramuan
Tak satu pun dari obat ini bekerja dan tidak ada ahli urologi yang merekomendasikannya. Banyak pil ini justru berbahaya dan tidak efektif.

Para peneliti dari Universitas Maryland menemukan sejumlah besar kotoran dalam sebagian besar produk pil pembesar penis yang berasal dari rakun atau binatang lain yang memakan 'bahan herbal'. Yang lebih berbahaya, ditemukan juga beberapa bahan beracun seperti jamur, ragi, E. coli, dan pestisida.

5. Operasi bedah
American Society for Aesthetic Plastic Surgery dan the American Society of Plastic Surgeons mengeluarkan kebijakan yang melarang operasi penis untuk tujuan kosmetik.

Tetapi masih ada banyak ahli bedah plastik yang bersedia melakukan operasi bedah asal bayarannya cukup menggiurkan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan laki-laki yang menjalani operasi ini tidak puas dengan hasilnya.

Sumber: menujuhijau.blogspot.com

No comments:

Post a Comment